"Hufh...."

Senin, 03 Agustus 2009

Siti adalah seorang wanita 18 tahun bertubuh kurus dan berambut keriting. Ia anak dari sepasang penjual sepatu yang penghasilannya tak menentu. Dia sangat suka bergaul dengan teman-temannya meski sering dibeda-bedakan dengan yang lain. Tapi itu tidak membuat Siti kecil hati dan minder. Mungkin dia sudah biasa diperlakukan seperti itu. Soal cinta, Siti sangat tidak berpengalaman karena belum pernah sekalipun ia merasakan indahnya berpacaran. Ia sering berpikir bahwa tidak akan ada lelaki yang sudi berkencan dengannya. Tapi, semua ini ia jalani dengan penuh rasa syukur.

Sampai pada akhirnya, ketika Siti sedang membantu membereskan dagangan ayahnya, ia melihat seorang anak kecil bermain sendiri di tepi sungai kecil. Setelah selesai membantu ayahnya, Siti menghampiri anak kecil tersebut. "Halo, dik.... Sedang mainan apa?" tanya Siti. Anak kecil tadi hanya memandangi Siti sesaat dengan wajahnya yang sangat polos dan kembali asyik meneruskan meremas-remas tanah liat. "Kok kakak tanya nggak dijawab?" tanya Siti lagi. "Rumahmu mana, dik? Sudah jam segini kok nggak pulang? Ibumu nggak nyari, ya?" Siti mulai penasaran. "Anis.... Ternyata kamu di sini. Ayo pulang. Di cari emak tuh." kata seseorang di belakang Siti. Siti pun langsung menengok ke arah datangnya suara tadi. Siti kaget dan terheran-heran karena kakak dari anak kecil itu adalah seseorang yang sangat Siti kenal semenjak ia masih berumur tujuh tahun.

"Reza?!" kata Siti sambil menunjuk ke arah seseorang tadi. Reza adalah laki-laki seumuran Siti yang bertubuh kurus kering dan mata kirinya--entah kenapa--tidak berfungsi dengan baik. Setelah kira-kira 14 detik terdiam karena kaget, Reza berkata,"Siti?! Hey. Kamu masih kenal aku?". "Tentu, Re...."

Setelah mengobrol cukup lama sambil berjalan pulang ke rumah mereka masing-masing--yang kebetulan searah--, akhirnya mereka berpisah di persimpangan jalan. "Hati-hati di jalan, Re.." kata Siti. "Ya. Kamu juga, Ti.. Sampaikan salamku untuk ayah dan ibumu....". "Pasti!" jawab Siti.

Sesampai di rumah, Siti terlihat sangat bahagia. Di bukanya kembali ingatan-ingatan masa lalunya. Di pandangnya foto perpisahan mereka saat mereka lulus SMP. Tak diragukan lagi, Reza adalah cinta pertama Siti. Tapi Siti tidak akan pernah menyatakan rasa cintanya kepada Reza karena Siti takut itu akan merusak persahabatan mereka berdua.

Read more...

  © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP